|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 3)
Nama: Ajiatmo Dari: Jombang/Jawa Timur Saya: Dosen Univ. Darul 'Ulum Jombang Aspirasi / Informasi: Salam, Dunia Pendidikan kita ternyata tidak henti-hentinya harus berbenturan dengan kebijakan-kebijakan baru, kurang sosialisasinya aturan baru sering membuat terjadinya mis komunikasi dunia kita sudah memasuki high-tech jadi setidaknya kurikulum pendidikan sudah harus diarahkan kesana dan juga harus diikuti oleh perubahan kurikulum yang terasa saat ini sangat begitu gemuk... wassalam.... E-mail Pengirim: ajiatmo@yahoo.com Tanggal: 18 Juli 2002
Nama: Noer Bahry Noor Dari: Makassar Saya: Dosen FKM-UNHAS Aspirasi / Informasi: Begini...., katanya kita akan mendidik anak-anak kita untuk mewujudkan negara yang aman, makmur, tentaram yang adil dan berakhlaqul qorima yang di REDHOHI ALLAH SWT. Nah hal itu kan menuju titik terang bila diawali dari "PRIBADI" kita masing masing. Tak perlu banyak kategori, cukup seperti keteladanan RASULULLAH SAW yakni sejak kecil telah menanamkan predikat diri dengan AL-AMIN artinya "YANG DIPERCAYA" . Beliau dipercaya karena kejujurannya. Jadi untuk menegakkan sebuah "KEADILAN" haruslah dilandasi dengan "KEJUJURAN" dan sebuah kejujuran hendaknyalah diawali dari "KEPERCAYAAN" atau "amanah". dan amanah atau kepercayaan itu hanya bermula dari hatinurani yang tenti dilandasi dengan "NIA" ingin berbuat seperti itu.
Seorang guru adalah guru tyang amanah dan sangat menghargai "kejujuran" seorang murid adalah murid yang "amanah" dan sangat mememgang teguh kejujuran, seorang politikus "AMANH" yakni SESUAINYA KATA DENGAN PERBUATAN" seorang negarawal Lebih-lebih lagi "SANGAT AMANAH, JUJUR-ADIL dan PENUH TANGGUNG JAWAB" dan seterusnya.........
SEHINGGA MASYARAKAT ADALAH MASYARAKAT AMANAH "AL AMANAH" "ALAMIN", MASYARAKAT JUJUR, DIPERCAYA, BERTANGGUNG JAWAB SALING MENGHARGAI SALING MENGHORMATI DAN SANGAT MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI PENDIDIKAN"
TRIMS: WASSALAMU ALAIKUM W.W.
email : noor_fkm@mail.com. E-mail Pengirim: noor_fkm@mail.com Tanggal: 26-07-2002
Nama: samsul bahri usman Dari: Banda aceh, aceh Saya: Teacher smk 3 banda aceh Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum,
To increase national budget should also give good incentive for teachers. Educational setting can not achieve the aims without teachers. Please help teachers to survive??
Talking about aceh consition nowaday, I, as an acehnese teacher, beg from the central government to solve this condition in aceh. So many of my friend teachers live in worring life, suffering from fear. Some of them have passed away because of the condition.
please help for the solution.
samsul E-mail Pengirim: samsul_bahri2002@hotmail.com Tanggal: 3 agustus 2002
Nama & E-mail: Damir Dahlan
Sektor Pendidikan: Perguruan Tinggi
Tanggal: 6 Agustus 2002
Informasi: Proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Tetap dijalankan sebagaimana mestinya. Tanpa ada proses kekerasan. Jika itu semua untuk membangun supaya mahasiswa berpikiran kritis, inisiatif, dan berdedikasi tinggi. Kenapa tidak coba dirubah formatnya, disesuaikan dengan kondisi jaman. Saya mendukung acara yang dilaksanakan oleh Badan Pemerintahan Transisi (BPT) Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN-Jakarta). Tetap berjalan sesuai aturan mainnya. Terima kasih.
Nama: aries sugiharto Dari: cileungsi - jawa barat Saya: Konsultan Aspirasi / Informasi: mohon pendidikan di indonesia ini ditingkatkan mutunya sebab seandainya para anak didik kita terjun ke dunia, mungkin industri itu jauh sekali antara teori dan praktek, padahal minimal siswa setelah lulus sekolah itu harapannya jika tidak mampu meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi mereka akan bekerja, padahal modal untuk bekerja saja tidak punya, mohon teori dan prakteknya jangan terlalu jauh.
terima kasih E-mail Pengirim: Training.Center@citra-abadi.co.id Tanggal: 7 agustus 202
Nama: GAZALI RAHMAN Dari: Ambon/MALUKU Saya: Mahasiswi STAIN -Ambon Aspirasi / Informasi: Kami sangat mengharapkan akan adanya uluran tangan dari pemerintah untuk bagai mana lebih memperhatikan tingkat pendidikan yang ada di maluku terutama di ambon baik di tingkat siswa maupun di tingkat mahasiswa yang dimana kigiatan kigiatan pasca kerusuhan ini sangat minim sekali terutama didunia pendidikan atau pengembangan SDM baik itu di tingkat siswa maupun di tingkat mahasiswa.
Apalagi ditambah suatu kejadian yang sangat menyedihkan yaitu satu-satunya kampus ternama di maluku terbakar habis maka seluruh laboratirium ilmu maluku pun ikut habis terbakar. Oleh karna itu tinggal satu-satunya kampus negri yang ada di maluku ini adalah STAIN Ambon jadi oleh karna itu tolong di perhatikan kampus satu-satunya yang ada di maluku ini agar bisa menjadi laboratirioum yang baru di maluku ini. E-mail Pengirim: Webmaster@KSR-UNIT STAIN Ambon Tanggal: 10-8-2002
Nama: lucky Dari: bogor / jawa barat Saya: Masyarakat Bogor Aspirasi / Informasi: Menatap potret pandidikan seperti sekarang ini sama seperti menatap diri kita di cermin. Di satu waktu diri kita terlihat 'gagah atau 'cantik', dilain waktu terlihat 'kusam'. Begitu pun dengan dunia pendidikan di Indonesia, walaupun telah dilakukan upaya 'mempercantik diri' (pembenahan/reformasi) namun tetap saja hanya sepintas terlihat 'gagah atau 'cantik' tapi jika 'bercermin', kembali terlihat 'kusam' nya yang berarti masih ada yang harus 'di rias' lagi agar benar-benar terlihat 'gagah atau 'cantik'. 'Cermin' disini ialah kontrol sosial darilembaga-lembaga yang memang peduli akan pendidikan di Indonesia. Memang tidak semudah membalikan telapak tangan dan semua itu memerlukan waktu yang tidak sebentar. Saya hanya lah
masyarakat biasa yang tidak begitu paham dengan segala macam sistem dan upaya perbaikan dalam bidang pendidikan di negara ini, dan saya hanya bisa ber do'a dan berharap semoga para pakar dan pendidik berhasil menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam agenda pemerintahan Megawati. E-mail Pengirim: lucky_lone@bolehmail.com Tanggal: 10 Agustus 2002
Nama: trihono Dari: malang/jawa timur Saya: Dosen PTS/malang Aspirasi / Informasi: pendapat saya sederhana, sebaiknya ibukota dipindahkan ke luar jakarta (lebih baik luar jawa). Alasan utama adalah pengurus negara yang secara ideal hidupnya dari gaji, akan sulit mengikuti gaya hidup orang-orang swasta yang pemasukkannya sangat besar. Karena tidak ingin ketinggalan gaya hidup, dengan segala cara akan dicari uang tambahan untuk mendukung gaya hidup yang diluar kemampuannya. Dengan budaya paternalistik masyarakat kita, PNS didaerah akan melihat gaya hidup rekan-rekannya yang di jakarta. Jadi dengan dipindahkannya ibukota ke luar jawa
diharapkan akan mengurangi mental pejabat pusat bergaya hidup mewah. Biarlah jakarta menjadi pusat industri, bukan pusat pemerintahan.
Pendidikan yang tidak hanya memberikan pengetahuan faktual tetapi juga moral akan berguna jika sistem masyarakat yang menampungnya mempunyai nilai-nilai moral yang baik. Taruhlah seorang lulusan baru yang baik dari segi kemampuan dan moral memasuki sistem baru yang "tidak bermoral". Tentunya dia akan jadi orang aneh jika tetap mempertahankan nilai-nilainya itu.
E-mail Pengirim: trihonos@yahoo.com Tanggal: 12 agustus 2002
Nama: Sukamto, Dpl. Dari: Donomulyo-Malang-Jatim Saya: Guru SMK Muh.6 Donomulyo Aspirasi / Informasi: Mengamati para guru saat ini masih banyak yang menjadi pengajar dari pada sebagai pengajar dan pendidik. Maksudnya para guru saat ini terlalu banyak mata diklat yang diajarkan sehingga untuk melakukan perencanan, pelaksanaan, ealuasi dan pelaporan pengajaran masih belum dilakukan. Sehinga hal ini menyebabkan tidak diketahui sampai dimana para guru itu berhasil mengajar dan mendidik siswanya, dan juga sampai dimana tingkat kualitas siswa yang dihasilkan. Alasan klasik semua ini masih minimnya gaji/ honor yang diterima para guru. Dari permasalahan di atas tentunya yayasan dan pemerintah perlu memikirkan/mengkaji ulang tentang besarnya subsidi insentif yang diberikan kepada para guru swasta dan tidak menu
nda-nunda pencairan subsidi tersebut sehingga kepastian menerima subsidi bisa jelas. E-mail Pengirim: dimarian@yahoo.com Tanggal: 13Agustus2002.Selasa
Nama: widodo joko s. Dari: smg Saya: Mahasiswa smg Aspirasi / Informasi: mengenai hal pendidikan agaknya ada yg perlu dibenahi yaitu pendidikan moral, saya harap pemerintah di bawah ibu mega mampu menanggulangi dulu terlalu bebasnya media massa dalam megexpos gambar-gambar porno shg generasi muda kita banyak tertipu yg berakibat degradasi moral. hal ini punya dampak - dlm kemajuan bangsa. E-mail Pengirim: chairman012002@yahoo Tanggal: 22 agustus 2002
Nama: Zaenal Abidin Dari: Bojonegoro Saya: Mahasiswa Denpasar Aspirasi / Informasi: Keterpurukan moral dan skill bagi bangsa Indonesia adalah Cermin dari kebobrokan sistem pendidikan kita.Terlebih lagi susahnya bagi kaum kecil untuk merasakan pendidikan Mental dan Formal akan menambah berlangsungnya pembodohan bagi bangsa Indonesia. Untuk itu mohon di perhatikan sistem Manakah yang paling cocok untuk masyarakat kita ?? Berikan lah kami kesempatan untuk mengerti akan hidup ini melalui pendidikan ?? Akankah kehidupan orang orang kecil harus terhenti sampai di sini ?? Akankah kami ini terus jadi debu yang di tendang tendang oleh kemelaratan sosial dan Mental ?? Kami tunggu bukti... E-mail Pengirim: burukrupa@bojonegorocity.com Tanggal: 25/8/02
Nama: adelia Dari: yogyakarta Saya: Siswi smu Aspirasi / Informasi: untuk lebih mengembangkan dan menyukseskan dunia pendidikan sangat dibutuhkan kerja sama antar berbagai pihak. materi dalam kurikulum hendaknya di sesuaikan dengan kemajuan zaman dan kemampuan pelajar. karena masih banyak materi-materi pelajaran yang amat sangat membosankan dan tidak lagi diajarkan di negara-negara maju, sehingga sangat mengganggu proses KBM. selain itu kesejahteraan para guru hendaknya lebih diperhatikan, karena sesungguhnya merekalah pahlawan-pahlawan bangsa, patriot yang senantiasa berusaha membangun negeri ini dengan pengorbanan yang sungguh-sungguh luar biasa. karena mereka akan tidak dapat bekerja secara optimal apabila pikiran mereka masih dipenuhu oleh masalah-masalah keuangan rumah tangga yang serba k
ecukupan. terima kasih E-mail Pengirim: paramaishella@yahoo.com.sg Tanggal: 1 september 2002
Nama: FPKR (Forum Peduli Kampus Rakyat) Dari: Yogyakarta Saya: Mahasiswa UGM Yogyakarta Aspirasi / Informasi: Salam,
kepada khalayak masyarakat, kami FPKR yang merupakan gabungan dari berbagai elemen di kampus UGM menyatakan sikap untuk menolak adanya kenaikan biaya pendidikan, menuntut dicabutnya SK rektorat No.109/P/2002, menolak adanya komersialisasi dan industrialisasi kampus, menuntut adanya transparansi dan akuntabilitas manajemen keuangan kampus, menuntut dihapuskannya SPA, BOP dan sejenisnya. Demikian pernyataan ini disusun. a/n koordinator FPKR E-mail Pengirim: fpkr.ugm@eudoramail.com Tanggal: 1 september 2002
Nama: Leon Dari: Jakarta Saya: Mahasiswa Indonesia Aspirasi / Informasi: Don't just get angry, get active ! E-mail Pengirim: cyclops_kid@yahoo.com Tanggal: 2 September
NAMA:
pondok pesantren muhammadiyah curup-bengkulu
Dari: Kepsek
Sehubungan dengan kebutuhan sarana pendidikan yang dibutuhkan saat ini, juga untuk peningkatan kualitas belajar mengajar dibutuh sarana/media belajar yang memadai. bagi anda anda yang ingin membantu, kami membutuhkan 12 unit komputer untuk praktikum/ketrampilan santri.bagi anda yang ingin membantu silahkan menghubungi kami Pondok pesantren muhammadiyah curup. Jalan zainal bakti no.01.telp.0732-23617.Rek.Bank BNI Capem Curup nomor.223.000348628.941. Tanggal: 5 September
Nama: Gede semaredana Dari: denpasar, bali Saya: Masyarakat denpasar Aspirasi / Informasi: "TIADA HARI DEPAN TANPA PENDIDIKAN". Benarkah......??? mana bisa jika tidak ada keseimbangan antara jumlah kelulusan dengan lapangan pekerjaan. Belum lagi pengecilan jumlah karyawan di perusahaan2, seterusnya SELAMAT BERJUANG KAWAN!!! E-mail Pengirim: umbar_k@nookie.ca Tanggal: 13 sept 2002
Nama: made adyana Dari: denpasar/bali Saya: Siswa denpasar Aspirasi / Informasi: Terus terang pendidikan kita masih nol..... yang ada cuma menuruti apa yang di mau guru, semua itu tdk membuat murid jadi aktif tapi malah sebaliknya jadi takut untuk berapresiasi dengan logika pikirannya!!!! Karenanya cara dan mutuh pendidikan kita sudah harus masuk tong sampah.......!!! Jika pendidikan kita terus seperti ini percuma saja menunggu generasi penerus bangsa yang ada hanyalah generasi kelompok tertentu saja.....HASTA LA VIESTA pendidikan warisan feodalisme!!!! E-mail Pengirim: dollarsman@sniper.ca Tanggal: 13 sept 2002
Nama: Kartika Dari: Jawa Tengah Saya: Staf Teknologi Perguruan Tinggi Negeri Aspirasi / Informasi: Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, salah satunya juga harus didukung oleh kualitas Sumber Daya Manusia yang berada dalam 'lingkungan pendidikan' itu sendiri, dalam hal ini bisa guru, bisa Dosen, bisa karyawan Adm/TU atau Teknisi. Kenyataan yang terjadi, khususnya di Perguruan Tinggi, peningkatan SDM melalui pemberian kesempatan untuk mendapatkan PENDIDIKAN yang lebih tinggi (pemberian Beasiswa, tugas Belajar) seolah-olah HANYA diperuntukkan bagi Staff Edukatif(dosen) saja, sedangkan untuk Staf Adm dan juga Teknisi, tidak ada kebijakan khusus untuk mendapatkan kesempatan Tugas Belajar ( Beasiswa ) yang juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas diri yang jelas akan menunjang
pekerjaan. Untuk itu diusulkan kiranya perlu diberikan KESEMPATAN yang sama seperti tugas belajar dari pemerintah. E-mail Pengirim: estrellasaputra@catcha.com Tanggal: 18 September 2002
Nama: El Jalalludin Rumi Dari: Kalimantan Selatan Saya: Mahasiswa Unlam Aspirasi / Informasi: Anda sebagai pemerintah tidak bertanggung jawab terhadap pendidikan rakyat sendiri.
Pendidikan merupakan hak bagi tiap tiap individu Bangsa kenapa harus bayar?.
Coba anda bayangkan jika seluruh rakyat pintar maka mereka paling tidak bisa membuka lapangan kerja sendiri sehingga akan membantu di sektor perekonomian.
tapi anda sebagai pelayan masyarakat Indonesia ini hanya menylurkan dana pendidikan hanya 20%. dapat apa dari dana sekecil itu?. habis itu dikorupsi lagi. inga-inga...anda semua yang korupsi itu bakal mati dan harta tidak bisa di bawa mati. atau anda ingin kuburan anda berbentu villa yang berada diatas gunung? mungkin saja?...
Sekali lagi 20% telalu dikit hanya cukup untuk beli kerupuk.
dibandingkan dengan dana pengembalian hutang yang sebesar 30-40%, 20% tidak ada rasanya.
mohon jangannlah anda jadi pemerintah yang tidak zolim pada rakyatnya sendiri. mohooon!! E-mail Pengirim: Tanggal: 25 September 2002
###
Sebenarnya lumayan kalau sudah 20% - sekarang masih hanya 4%
Salam hangat
Webmaster
Nama: ag. putro Dari: padang city Saya: Mahasiswa unp Aspirasi / Informasi: Setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya (entah cepat ataupun lambat, tapi pasti). baik buruknya sdm dinegara kita tentu melihat kembali seberapa mutu atau kualitas pendidikannya, namun perlu diingat pendidikan itu bukan hanya melalui lembaga formal. Guru sebagai seorang pendidik juga orang yang perlu pemenuhan kebutuhan, sekolah juga perlu pemenuhan kebutuhan. Apakah pemerintah hanya memandang sebelah mata saja pada yang namanya pendidikan ??? padahal maju atau mundurnya negara ini tergantung pendidikan yang diberi pada generasi berikutnya (agent pengganti) apakah mereka tidak berfikir ?? atau hanya mementingkan segala urusan yang tak habis-habisnya??? atau mereka ingin mengikuti arus dan hawa nafsu saja >>>>
Sungguh manusia itu kerugian<<<
mudah-mudahan kita selalu berbaik sangka karena beliau di akhir nanti akan ditanya tentang sagala sesuatu yang dipimpinnya (kita kan rakyat juga)
E-mail Pengirim: gunarso_oo@yahoo.com Tanggal: 28 september 2001
Nama: M.Sembiring Dari: Kabanjahe/Sumatera Utara Saya: Guru SMK N 1 Kabanjahe Aspirasi / Informasi: Kalau saya berpendapat dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang utama harus kita benahi adalah: 1. Tingkatkan pengawasan terhadap kinerja para tenaga pengajar.2. Tingkatkan kesejahteraan para pengajar (dalam arti yang luas) bukan hanya dari segi pendapatan. 3. Benahi kurikulum menuju Kompetensi sekolah.
E-mail Pengirim: majusembiring@yahoo.com Tanggal: 30 September 2002
Nama: TITOK KURNIAWAN Dari: SOLO/JATENG Saya: Mahasiswa UNIVERSITAS SEBELAS MARET Aspirasi / Informasi: MENGHADAPI ERA GLOBALISASI MENDATANG YANG TENTU SAJA SEGALA MACAM DARI BARANG , JASA, TEHNOLOGI SAMPAI ILMU PENGETAHUAN AKAN MENGGLOBALISASIKAN SECARA OTOMATIS. SEGALA MACAM BENTUK PENGARUH TENTU SAJA AKAN MENJAMUR.SAYA SECARA PRIBADI MENGKHAWATIRKAN HAL INI, YAITU PENGARUH2 DARI LUAR INDONESIA YANG MUNGKIN AKAN ADA YANG BERTOLAK BELAKANG DENGAN APA YANG SUDAH TERTANAN DALAM JIWA BANGSA INI AKAN TERGONCANG.SUDAH SIAPKAH BANGSA INI MENERIMA SEGALA PENGARUH INI? HAL INI YANG DIKAITKAN TENTANG PENDIDIKAN TENTU SAJA TUGAS BERAT BAGI PARA PENDIDIK ATAUPUN PARA PENGAJAR APAKAH PERLU DIGANTI ATAUPUN DISESUAIKAN DENGAN ERA YANG AKAN DATANG KURIKULUM ATAUPUN MANAGEMEN PENDIDIKAN KITA??? E-mail Pengirim: LAFATAH@YAHOO.COM Tanggal: 11 OKTOBER 2002
Nama: Parmin Dari: Bojonegoro, Jawa Timur Saya: Guru SMUN 2 Bojonegoro Aspirasi / Informasi: Pendidikan masa mendatang di dalam proses pembelajaran sebaiknya ada pelajaran budi pekerti, sehingga setiap orang pebelajar dapat mengerti tentang etika yang ada dalam masyarakat mini maupun masyarakat luas. Pada saat ini budi pekerti sudah mengalami erosi bahkan sudah memasuki pada tahap yang menyedihkan. Kalau Pendidikan Budi Pekerti akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PPKN itu mungkin baru akan menynetuh kulit-kulitnya saja. Tetapi ini sudah merupakan langkah maju satu langkah dalam memperbaiki etika.
Semoga bermanfaat. E-mail Pengirim: pmnds@mail.telkom.net Tanggal: 14-10-2002
Nama: Ign.Sumarya SJ Dari: Jakarta Saya: Pengamat Jakarta Aspirasi / Informasi: Pendidikan dan pembinaan guru:
Saya pikir setiap orang yang sudah menjadi "orang" (pandai, kaya dst..) pernah belajar di pendidikan dasar atau sekolah dasar. Namanya "dasar", yang memang berarti memberi dasar. Jika dasarnya kuat, maka bangunan di atasnya dijamin aman. Demikian halnya dalam dunia pendidikan/ sekolah; jika pendidikan dasar atau sekolah dasar baik, memadai, bermutu, saya yakin pendidikan lanjutannya ke manapun akan terjamin "sukses"
Rasanya sampai saat ini pendidikan dasar/sekolah dasar masih jauh dari diperhatikan selayaknya, jika pendidikan kita ingin maju. Di negara-negara yang pendidikannya cukup maju , pendidikan dasar memperoleh perhatian besar, entah itu dana maupun sumber tenaga
1) Dana: supaya semua anak dapat belajar di tingkat dasar, maka pendidikan dasar/sekolah dasar bebas beaya dan wajib untuk anak usia pendidikan dasar ybs.
2) tenaga/guru: mendasari (bdk dengan bangunan tingkat tinggi -> pondasi atau dasarnya) merupakan moment yang krusial, jika tidak ditangani dengan baik akan fatal langkah berikutnya. Maka tugas "mendasari" perlu dijalankan oleh tenaga yang memadai atau profesional (ilmu, kecerdasan, ketrampilan..??), bukan sembarang tenaga alias tenaga sisa/buangan.
Kalau dicermati "pendidikan dasar/ sekolah dasar" kita masih perlu memperoleh perhatian yang besar. Jika kita mengharapkan mereka menjadi penerus bangsa (bukan hanya sebagian/elite saja), kiranya baik "dana" maupun "tenaga" perlu memperoleh bagian atau perhatian yang memadai. Maka penting diperhatikan Pembinaan guru (bagi yang telah bekerja untuk ditingkatkan) dan pengadaan (sekolah guru)
Guru SD/Sekolah Dasar , sesuai yang dicita-citakan, harus S1. maka perlu dipersiapkan sungguh-sungguh tersedianya dana untuk memberi imbal jasa/gaji bagi mereka. Jangan hanya diserahkan kepada masyarakat. Masyarakat telah membayar pajak,kembalikan itu untuk memajukan/mengembangkan masyarakat, antara lain memberi imbal jasa yang layak bagi para guru SD, yang S1/Sarjana itu, sehingga banyak orang tertarik jadi guru SD. Semoga sarjana bukan hanya titel saja, tetapi sungguh trampil dan cerdas dalam mendidik. Kita butuh guru atau pendidik yang terampil dan cerdas, dan tentu saja berbudi pekerti luhur. E-mail Pengirim: marya@kawali.org Tanggal: 18 Oktober 2002
Nama: arya nugroho Dari: surabaya/jatim Saya: Masyarakat kertajaya Aspirasi / Informasi: Aspirasi saya dalam dunia pendidikan di indonesia, sebaiknya sekolah-sekolah diterapkan sistem belajar yang fullday dimana dalam pengajarannya lebih diterapkan pada praktek dan memberikan teori yang seperlunya dengan mengacu pada kurikulum yang ada. Dan saya mohon kepada pihak sekolah lebih memperhatikan pada siswa 2 yang kurang mampu baik dalam uang, jangan hanya karena tidak mampu membayar lantas si anak tersebut tidak dapat sekolah, karena itulah banyak anak2 indonesia tidak dapat bersekolah.
Dan untuk yang terakhir kalinya saya tujukan kepada dewan-dewan yang terhormat "daripada uang digunakan untuk ngelencer/studibanding serta untuk keperluan fasilitas lainnya yang tidak perlu (alias KORUPSI)" lebih baik digunakan untuk dunia pendidikan yang lebih bermanfaat, agar indonesia lebih banyak orang-orang yang berpendidikan dan berakhlak baik E-mail Pengirim: Tanggal: 19-10-2002
Nama: zaki fathurohman Dari: Bogor, Jawa Barat Saya: Mahasiswa IPB Aspirasi / Informasi: Selaku alumni dari SMUN 1 Majalengka, saya turut bersyukur dan bersukacita bahwa tahun ini ada siswanya yang mengikuti seleksi IMO tk.nas di Yogyakarta.Tahun sebelumnya pun rekan saya berhasil meraih prestasi Siswa Teladan Peringkat 3tk.Jabar. Namun keprihatinan yang begitu serius melanda sebagian besar alumni, bahwa Majalengka jauh tertinggal di bid.teknologi informasi. Bahkan untuk internet pun baru ada satu fasilitas yakni warnet yang buka hari Ahad saja.Demikian pula dengan buku-buku yang relatif minim ragam. Demikian kami mohon solusinya segera. E-mail Pengirim: zakief@myquran.com Tanggal: 31 OKTOBER 2002
[ Ke Halaman 4 - Klik Di Sini ]
|