|
Aspirasi / Informasi dari Anda - Lanjut (Halaman 29)
Nama: ana Dari: kendal Saya: Mahasiswi IAIN WS Aspirasi / Informasi: kalau ada bantuan yang di tujukan untuk sekolah-sekolah mohon lebih di awasi lagi, masak untuk mendapatkan bantuan saja harus nego, kalau mau dapat bantuan ya harus mau menerima jumlah yang diberikan kalau tidak ya tidak dapat bantuan padahal jumlahnya itu separoh dari yang di ajukan/terlampir E-mail Pengirim: an_mafi@plasa.com Tanggal: 17-10-05
Nama: ipung Dari: cianjur jabar Saya: Mahasiswa IIUM Malaysia Aspirasi / Informasi: Pendidikan di indonesia itu lumayan bagus dan qualiti pun tidak kalah sama sama mutu luar cuman yang perlu di perbaiki sitemnya. tingkatin fasilitasnya! karena kurangnya di kita fasilitasnya. wasslam E-mail Pengirim: euy_foenk05@yahoo.co.uk Tanggal: 17-10-05
Nama: Agus Hartanto, S.Kom Dari: Jawa Tengah Saya: Staf Administrasi uns Aspirasi / Informasi: Bagimana kok sekarang ini dengar desas desus ada nya pengakatan pegawai negeri terus, Kalau bisa orang yang sudah mengabdi pada negara yang udah lama, sebaiknya kalau ada lowongan pengawai negeri mohon diproritaskan dalam pengkatan Pegawai Negeri. Mohon agar dipikirkan dalam pengangkatan CPNS... E-mail Pengirim: Gusron_uns Tanggal: 17-10-2005
Nama: veronika siregar Dari: tebing tinggi / medan Saya: Siswi sma.n.3 Aspirasi / Informasi: kenapa pada saat kurikulum berbasis kompetensi, malah biaya pendidikan semakin mahal. E-mail Pengirim: cica@yahoo.com Tanggal: 17-10-2005
Nama: NIKE DWI KURNIA Dari: LAMPUNG UTARA Saya: Mahasiswi UNIVERSITAS KANJURUHAN, Malang semester 3 Aspirasi / Informasi: Mengenai pendidikan ini memenag sangat erat hubunganya dengan biayanya, karena jika biaya pendidikan semakin mahal seperti ini, maka banyak anak2 yang di bawah garis kemiskinan tidak bisa melanjutkan lagi ke jenjanag yang lebih tinggi, apa lagi sekarang BBM di naikkan oleh pemerintah, ini sungguh menambah beban bagi rakyat yang tidak mamapu. karene untuk biaya hidup harus di keluarkan lebih, dan biaya sekolah pun jg ikut naik,seperti ongkos, jika kita tinjau kembali bahwakenaikan BBM berpengaruh jg terhadap perkembanhan pendidikan. TOLONG JANGAN TAMBAH BEBAN RAKYAT LAGI. E-mail Pengirim: chantyk_02@yahoo.com Tanggal: 18 oktober 2005
Nama: Siska Futri Dari: Palembang/Sumatera Selatan Saya: Mahasiswi universitas sriwijaya Aspirasi / Informasi: saya heran dengan bangsa tercinta ini, bangsa yang sebagian besar orangnya adalah orang - orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain. seharusnya, saat kita ketidaksesuaian dalam diri orang lain, kita intropeksi diri ini, seperti itukah saya??? E-mail Pengirim: de2k_cantique@yahoo.com Tanggal: 18 oktober 2005
Nama: Jeblok Bin Bahlul Dari: Medan, Sumut. Saya: Pengamat Back Bone Aspirasi / Informasi: Bukan siapa atau cara yang salah mengenai sistem pendidikan nasional. Singkatnya pendidikan berkualitas itu emang mahal! kalo udah mahal maka gaji guru juga gede gag ada lagi guru mikirin jadi PNS. Lantas kalau hal ini diserahkan semua sama Negara tanggung jawab dari Ortu siswa mana?? massa cuma ngelahirin anak doang. (he..he weenak tenan ortu si Jeblok)
di negara maju ada Tax Number atau disini NPWP angka yang dibayar ke negara bisa dimohon kompensasikan ke Pendidikan atau Kesehatan dll, bukan diKompensasi dari BBM gitulo emang ada hujan duit dari langit?? negara kita emang banyak S.D Alam nya tapi kan udah punya si bulek ama sisanya punya jepang. Nah elu pada gag bakal kebagianlah ha.ha.. Dari pada mikirin Korupsi yang emang hobby berat Bang BAHLUL berkopiah (nsms dan tampang alim tapi astagafirullah kelakuan nya ancuur-ancuran). mendingan kita mikirin bener tugas masing-masing.
Siiip lah.. E-mail Pengirim: Bahlul@Yahoo.com Tanggal: 20 Oktober 2005
Nama: alexandria Dari: yogyakarta Saya: Masyarakat yogyakarta Aspirasi / Informasi: saya berharap dana BOS benar-benar dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. karena menurut hemat saya percuma jika sudah mengeluarkan banyak duit ternyata hasilnya kurang memuaskan. Harap diperhatikan karena ini peringatan. E-mail Pengirim: linalupaidnya@yahoo.com Tanggal: 21 oktober 2005
Nama: shoim asy'ari Dari: madiun jawa timur Saya: Masyarakat madiun Aspirasi / Informasi: assalamu'alaikum wb.wb bapak SBY-JK Sebenarnya saya sangat bangga dengan kinerja bapak yangb sanagt semangat memberantas tinf\akan korupsi di negeri ini tetapi saya pribadi juga kecewa denagn anda, anda menaikkan harga BBM tanpa memperhatikan disekeliling anda, dampak dari itu senua tetangga saya dimadiun, pacitan dan masih banyak daerah di negeri ini yang semakin hari semakin miskin akibat kenaikan BBM tersebut.
saya punya usul bahwa sebaiknya anda memperbaiki perekonomian tanpa harus menaikkan harga BBM, tetapi sentral yag lain seperti perbaikan manajemen perbankkan, tetap adanya pajak bagi barang masuk dari luar negeri. saya hanya bisa mengingatkan saja, bila anda manusia yang punya hati nurani tentunya anda sebagai politisi tidak tega melihat tetangga anda mati kelaparan gara-gara tidak bisa beli minyak tanah untuk membakar dapurnya.bila anda tidak mau hilang kepercayaan rakyat kepada anda,ingat pesan rakyat miskin ini E-mail Pengirim: arymithaarzice Tanggal: 21/10/2005
Nama: Yulia Dari: Jakarta Saya: Masyarakat Jakarta Aspirasi / Informasi: Menurut saya pemerintahan di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan. E-mail Pengirim: yulia_hfsey@hellokitty.com Tanggal: 22 Oktober 2005
Nama: SAPTA HENDRIKA Dari: DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Saya: Mahasiswa Politeknik SMK 3 ykt Aspirasi / Informasi: Cara meningkatkan imtaq dan iptek secara kemampuan sendiri. Agar tidak terpengaruh dari lingkungan kota dan masyarakat oleh krn itu saya mohon bantuan untuk memberi sedikit saran. Agar semua masyarakat Indonesia tetap terbina dengan baik dimasa yang akan datang Amin. E-mail Pengirim: sapta_heni85@yahoo.com Tanggal: 24 oktober 2005
Nama: febri Dari: semarang Saya: Dosen stikes karya husada semarang Aspirasi / Informasi: Tolong, saya minta informasi tentang kurikulum berbasis kompetensi yang dihubungkan dengan Ujian Nasional, terima kasih. E-mail Pengirim: eeb@plaza.com Tanggal: 25-10-2005
Nama: monteiro Dari: Jatim Saya: Siswi sekolah Aspirasi / Informasi: yang perlu saya tekankan disini adalah meningkatkan moral dari pada siswi kita di tanah air, karena kebanyakan siswi kita terjerumus dalam kenakalan remaja masa kini dan mentalitasnya kurang. hal ini di akibatkan lemahnya ekonomi dan lain sebagainya. untuk itu bagaimana carannya bisah mengatasi masalah ini. terima kasih E-mail Pengirim: arlindo_monteiro@yahoo.com Tanggal: 27, oct 05
Nama: ariani anugrah putri Dari: DIY Saya: Siswi SLTP N 6 YK Aspirasi / Informasi: pendidikan terhadap atlet-atlet olahraga di indonesia ternyata kalah dengan pendidikan di luar negeri. bagaimana orangtua tidak mau anaknya menjadi atlet olahraga hanya karena pendidikannya tidak jelas. cita2 saya menjadi atlet badminton. yg saya khawatirkan hanya pendidikannya saja. mohon di tindak lanjuti. E-mail Pengirim: ariani_anugrah@yahoo.com Tanggal: 28 oktober 05
Nama: Christina Theodora Dari: Medan/Sumatera Utara Saya: Siswi SMA Negeri 4 Medan Aspirasi / Informasi: Pak Bambang, saya seorang siswi medan. Setiap saya melihat dijalanan banyak sekali anak kecil jalanan yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak yang sangat mereka inginkan selama ini. Apakah kepemimpinan pemerintahan kita terlalu etnosentris? Mana sich cara kerja kepemimpinan kita?. Apakah kita mau ketinggalan pendidikan dengan negara lain? E-mail Pengirim: tin_ChristinaTheodora@smun.zzn.com Tanggal: 28 Oktober 2005
Nama: Maria Matilda Lotu Dari: Nusa Tenggara Timur (NTT) Saya: Mahasiswi STIKOM UYELINDO KUPANG Aspirasi / Informasi: Saya menghimbau kepada Pemerintah terutama kepada Bapak Kepala MENDIKNAS supaya tolong perhatikan Masyarakat kecil yang ada di daerah saya, karena di daerah saya bayak sekali pengangguran mungkin kerean biaya pendidika yang mahal sehingga SDM tidak berjalan dengan baik. E-mail Pengirim: merry_lotu@yahoo.com Tanggal: 01-11-2005
Nama: Kusumahadi Dari: Malang/Jawa Yimur Saya: Guru SMAN 9 Aspirasi / Informasi: Malang, Rabu, 6 November 2005
Kepada
Yth. Bapak Jenderal Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, Bapak Wapres Yusuf Kalla dan Bapak Mendiknas Bambang Sudibyo
Di manapun di Medan Tugas
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan hormat,
Nama saya Kusumahadi. Umur 47 th. Menjadi guru bhs. Inggris selama 25 th. Sekarang mengajar di SMUN 9 Malang. Pangkat VI/a. Mengajar sebanyak 25 jam seminggu.
Pertama, kami ingin mengucapkan terima kasih bahwa Bapak telah memutuskan memberikan gaji ke 13. Uang tersebut sungguh sangat kami butuhkan.
Kedua, mengingatkan bahwa seharusnya pemimpin tertinggi pendidikan nasional adalah presiden, disusul wapres dan mendiknasnya, tetapi kenyataannya pemimpin tertinggi pendidikan Indonesia adalah ketua kurikulum nasional dan anak buahnya. Akibat pertamanya, seluruh jutaan guru dan siswa di segenap pelosok tanah air dipimpin dan dikendalikan sepenuhnya setiap detik, menit dan jam oleh kurikulum buatannya yang sangat rendah kualitasnya. Akibat keduanya, otomatis kualitas pendidikan di Indonesia menjadi sangat rendah sekali. Fakta ini adalah benar adanya dan bisa dibuktikan dengan mudah, Bapak SBY.
Ketiga, Bapak Wapres mengatakan di Koran Kompas 4 Februari 2005: "Anak-anak Malaysia, Singapura dan Vietnam sekalipun pada level yang sama, lebih pintar dari pada anak-anak kita" Bagaimanapun semangat Pak Wapres untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, benar adanya. Kesalahannya adalah bahwa Pak Wapres secara sadar atau tidak "telah" terperangkap oleh kebijaksanaan depdiknas yang sudah salah kaprah, yaitu dengan meneruskan Ebtanas, atau UAN atau UN atau UNAS yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah peningkatan kualitas karena telah terbukti sebaliknya, yaitu selama 20 th. lebih menghancurkan kualitas pendidikan kita. Bahkan kalaupun guru dan siswa dipaksa harus belajar dan mengajar 24 jam sehari, dengan kurikulum seburuk itu, kualitas pendidikan kita sampai kiamatpun tak akan pernah bisa meningkat. Jadi ini fakta nyata yang bisa dibuktikan.
Keempat, Bapak Mendiknas berkata melalui majalah Tempo terbitan 19 Desember 2004: "Jika guru bisa perform seperti akuntan, lawyer, dan dokter, kesejahteraannya akan se-level dengan itu. Mereka akan meng-upgrade kualitasnya sehingga dihargai" Apa yang diinginkan Pak Bambang ini sama dengan apa yang dibutuhkan oleh semua guru. Kesalahannya adalah bahwa Pak Mendikbnas tak pernah benar-benar mempelajari sehingga memahami kurikulum nasional. Dengan kurikulum seburuk itu mana mungkin guru bisa selevel dengan dokter, akuntan atau lawyer. Kalau sudah seperti ini, terus kita mesti minta tolong kepada siapa? Ya terpaksa ke Pak SBY lagi demi unggulnya kualitas jutaan siswa dan guru Indonesia.
Kelima, Saya dilahirkan dengan kemampuan rata-rata, artinya tidak pintar. Saya bangga, bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena jumlah orang yang berkemampuan seperti saya ini di Indonesia jumlahnya mayoritas. Bisa 90 persen. Sedihnya kurikulum nasional tidak pernah sedikitpun berpihak kepada kami agar kami bisa berhasil dalam belajar. Sekeras apapun kami belajar nilai murni yang bisa kami dapatkan tetap saja berkisar antara 4.00 hingga 6.00. Terbukti di 20 x lebih ujian nasional. Seharusnya kurikulum memberi jalan kepada kami untuk bisa mencapai keberhasilan belajar murni dengan nilai 9.00 atau 10.00. Karena betapapun bodohnya golongan kita ini tetap menginginkan bisa lulus sekolah dengan berkualitas sangat baik. Sebab kalau tidak berkualitas, 90 persen jumlah kami ini bisa berbalik menjadi beban Negara. Ini bisa terjadi karena buruk dan rendahnya kualitas kurikulum buatan depdiknas pusat itu.
Keenam, memberitahukan bahwa anak-anak kita dan guru-guru selalu kehilangan peluang untuk bisa lulus dan meluluskan dengan kualitas puncak terbaik. Kalau Bapak SBY masuk ke kampung-kampung atau ke desa-desa dimanapun di Indonesia ini, pasti Bapak akan mendapati anak-anak kecil yang berusia 2 th. Sampai 10 th. dengan jumlah yang sangat-sangat-sangat besar - poin saya adalah: "Mereka semua" butuh bisa bersekolah di sekolah yang berkualitas sangat tinggi, sebab kalau tidak mereka akan menjadi beban negara yang sangat mengerikan, padahal kita tidak mempunyai satupun sekolah yang berkualitas sangat tinggi selain sekolah-sekolah mahal khusus untuk anak pintar dan kaya tetapi belum tentu berkualitas sangat tinggi. Sebenarnya saja Bapak SBY, setiap sekolah di Indonesia ini bisa menjadi berkualitas sangat tinggi semuanya tanpa harus eksklusif, kalau saja kurikulumnya tidak seburuk ini. Membuat kurikulum yang berkualitas sangat tinggi itu sebenarnya tidak susah, asal kaidah-kaidah dasar, prinsip-prinsip dasar dalam membangun manusia itu digunakan dengan benar. Lha kita ini tidak lho Bapak Presiden, apa saja kalau bisa diselewengkan, diselewengkan, termasuk prinsip-prinsip dasar dalam membuat kurikulum kita. Berikut contoh kurikulum buruk untuk SMA jurusan IPA:
STRUKTUR KURIKULUM SMA JURUSAN IPA
ALOKASI WAKTU
MATA PELAJARAN Kelas X Kelas XI Kelas XII
SM1 SM2 SM1 SM2 SM1 SM2
1. Pendidikan Agama 2 2 2 2 2 2
2. Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 -
3. Bhs. dan Sastra Indonesia 4 4 3 3 3 3
4. Bahasa Inggris 4 4 4 4 4 4
5. Matematika 4 4 5 5 5 5
6. Kesenian 2 2 2 2 - -
7. Pendidikan Jasmani 2 2 2 2 2 2
8. Sejarah 3 - 2 - 2 -
9. Geografi - 3 - 2 - 2
10. Ekonomi 2 2 - - - -
11. Sosiologi 2 2 - - - -
12. Fisika 3 3 5 5 5 5
13. Kimia 3 3 4 5 4 5
14. Biologi 3 3 5 4 5 4
15. Teknologi Informasi dan
Komunikasi/Keterampilan ? ? ? ? ? ?
Jumlah 36 36 36 36 34 32
Dengan kurikulum seperti tergambar di atas, mana mungkin lho Bapak SBY kita ini bisa membangun siswa kita dengan kualitas yang seharusnya, apalagi sangat tinggi. Sungguh mohon perhatian Bapak SBY. Yang namanya kurikulum berkualitas standar saja, bentuknya tidaklah seperti itu. Yang lebih parah lagi, UNAS dengan standar kelulusan 4.01, 4.26 atau 4.51 masih saja diterus-teruskan yang seharusnya sudah dihentikan sejak 20 tahun yang lalu. Kalau para perancang pendidikan itu berniat baik dan benar-benar mencintai masa depan anak-anak bangsa Indonesia, mengapa UNAS koq tidak sekalian dipatok dengan angka kelulusan 9.00 atau 10.00? Mengapa? Mengapa? Mengapa justru angka 4.51 yang jelas tidak bermutu begitu koq malah dipakai untuk standard kelulusan. Itu kan benar-benar menghina potensi anak-anak bangsa Indonesia. Itu kan menunjukkan bahwa pemimpin pendidikan kita itu benar-benar keblinger habis-habisan. Padahal Bapak SBY ya, setiap anak Indonesia ini tak peduli berapapun IQ-nya bisa lho lulus sekolah dengan angka A atau 9.00 atau 10.00 murni. Mengapa jalan menuju keberhasilan belajar tuntas dan berkualitas tersebut koq malah ditutup habis-habisan. Mengapa? Sampai disini, hanya Bapaklah yang bisa membukanya. Insya Allah Bapak akan mendapat dukungan penuh dari semua jutaan siswa dan mahasiswa serta orang tua di seluruh pelosok Indonesia sebagaimana Bapak memang dalam pemilu yang sangat membahagiakan.
Ketujuh, memberitahukan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia benar-benar bisa menjadi yang terbaik di dunia selamanya cukup dengan uang 10 trilyun saja karena ini akan melibatkan semua guru yang ada. Tingkat korusinya kalau kepada guru bisa "0" persen.
Kedelapan, Semua anak-anak didik di Indonesia secara sadar atau tidak, mereka ini ingin sekali selalu bisa berhasil dalam belajarnya dan lulus sekolah dimanapun sekolah itu berada dengan kualitas setinggi-tingginya yang ditandai dengan nilai A atau 9.00 atau 10.00 murni. Satu-satunya orang yang diharapkan bisa mewujudkan kebutuhan belajar mereka adalah Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang lain sepertinya tidak ada lagi. Sungguh. Mereka secara langsung atau tidak berdoa siang malam agar Bapak segera mereformasi habis-habisan kurikulum 2004 yang sangat buruk dan rendah kualitasnya itu. Bagaimanapun juga kurikulum seburuk dan sejelek itu tidak boleh diberikan kepada anak-anak bangsa Indonesia. Mereka harus diberi kurikulum yang terbaik kualitasnya untuk menghadapi hidup yang pasti akan lebih berat dijamannya mengingat jumlah manusia yang semakin banyak dan banyak.
Kesembilan, memberitahukan bahwa kurikulum yang ada sekarang tidak ada atau tidak jelas apa visi dan misinya. Sementara kalau kita benar-benar berniat meningkatkan kualitas pendidikan kita, maka visi, misi dan komitmen yang dibutuhkan dalam membuat kurikulum seharusnya berbunyi:
Visi : Membangun pendidikan di Indonesia menjadi berkualitas terbaik di dunia.
Misi : Meluluskan setiap siswa dan mahasiswa dengan kualitas terbaik di dunia sesuai dengan IQ-nya masing-masing.
Komitmen : Semua aparat pendidikan khususnya demi masa depan anak-anak bangsa dan dirinya sendiri agar bisa menjadi lebih baik dan semakin baik wajib mencurahkan segenap kemampuannya untuk mewujudkan visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Mohon pembuatan kurikulum tersebut disayembarakan saja dan mohon jangan lagi di-orderkan kepada Pusat Kurikulum Balitbang yang telah membuat jutaan lulusan sekolah rendah kualitasnya sejak puluhan tahun yang lalu. Jadi hal ini benar adanya.
Kesepuluh, mohon Bapak SBY jangan dulu menandatangani UNDANG UNDANG GURU, karena kualitasnya memang masih buruk. Contohnya: Dalam rancangan UU Guru disebutkan, "Guru adalah tenaga professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, dan melatih peserta didik pada jalur pendidikan formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, termasuk TK atau bentuk lain yang sederajat" Sepintas terdengar agak ilmiah dan benar adanya, tetapi kalau dipikir lebih dalam, maka benar-benar terbukti rendah kualitasnya. Karena memang tidak mengandung nilai-nilai tentang pentingnya masalah keberhasilan, ketuntasan dan kualitas dalam belajar. Seharusnya minimal kan begini Bapak SBY: "Tugas utama guru adalah meluluskan setiap siswanya dengan kualitas setinggi-tingginya dengan nilai-nilai keberhasilan dan ketuntasan dalam belajar yang diakhiri atau ditandai dengan pencapaian nilai murni sebesar 9.00 atau 10.00 atau A baik itu di ranah koqnitif, afektif dan psikomotornya sesuai dengan IQ-masing-masing siswa" Sehingga kalau berbunyi begitu, misalnya nanti pemerintah mau menaikkan gaji guru menjadi 2 X lipat, maka kualitas pendidikan bisa pula naik 2 X lipat. Kalau sekarang misalnya pemerintah menaikkan anggaran pendidikan hingga 20 persen, maka tidak akan ada jaminan kalau kualitas lulusan di Indonesia bisa naik 2 x lipat kecuali kualitas pembangunan fisik sarana prasarana yang bakal bisa naik dan mungkin juga korupsinya.
Akhirnya saya sungguh mohon maaf kepada Bapak SBY karena harus menulis surat begini panjang. Saya sungguh sadar bahwa Bapak sangatlah sibuk sekali. Seharusnya saya menulis surat ini kepada Mendiknas Bapak Bambang Sudibyo, tetapi Pak Mendiknas belum membuka "hot-line" sebagaimana Bapak Presiden.
Sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri dan terimpikan sejak lama bagi rakyat bisa berkomunikasi "langsung" dengan presidennya. Alangkah indahnya bila komunikasi ini juga nantinya bisa berlangsung dengan menteri-menteri Bapak SBY, sehingga tugas Bapak bisa sedikit menjadi lebih ringan.
Terima kasih atas perhatian Bapak.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Hormat kami,
KUSUMAHADI E-mail Pengirim: kusumahadi58@yahoo.com Tanggal: 06-11-2005
Nama: mujahid Dari: makassar sul-sel Saya: Mahasiswa CAIRO Aspirasi / Informasi: KAMI SANGAT MNGHARAP KEPEDULIAN ANDA PD PENDIDIKAN BUKAN HANYA SEKEDAR TEORI TANPA BUKTI, KARENA JIKA DEMIKIAN BERARTI ANDA BELUMSEPENUHNYA MENGERTI TENTANG POLITIK YANG MEMPUNI. PENDIDIKAN ADALAH PONDASI UTAMA PILAR BANGSA.MOHON DI FIKIRKAN, TRIMAKASIH. E-mail Pengirim: yadien82@com. Tanggal: AHAD,6,11,2005
Nama: ENDANG HERMAWAN Dari: MAJALENGKA / JAWA BARAT Saya: Staf Administrasi PEMDA MAJALENGKA Aspirasi / Informasi: Saya adalah seorang PNS, lulusan D4 dan saya baru beberapa bulan bekerja di Bagian Umum PEmerintah DAerah KAbupaten MAjalengka.
saya berencana meneruskan Kuliah S2. saya berencana mecari beasiswa bagi PNS untuk melanjutkan kuliah saya. apabila ada rekan2 yang mengetahui informasinya, saya sangat menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya apabila berkenan memberitahu/menginformasikan kepada saya. terima kasih atas perhatiannya.. E-mail Pengirim: ndank_gap@yahoo.com Tanggal: 07 NOVEMBER 2005
Nama: bilqis firyal nabilah Dari: malang Saya: Siswi al amin Aspirasi / Informasi: ass wrwb.
saya minta tolong kepada seluruh pembaca barang siapa yang mengetahui tentang beasiswa sekolah lulusan smp, mohon diberi tahukan ke saya. saya butuh. saya mau dites apa saja. atas perhatiannya terima kasih E-mail Pengirim: ashabulkahfi95@yahoo.com Tanggal: 10-11-2005
Nama: M. Nahdi Dari: Selong-Lotim-NTB Saya: Guru MTs NW Jantuk Sukamulia Aspirasi / Informasi: Pengembangan karir Guru masih sangat bergantung kepada birokrasi, dan birokrasi sangat bergantung kepada politisi. Oleh karena itu semua jabatan baik struktural maupun fungsional sudah menjadi jabatan politik. Sehingga tidak ada gunanya seorang guru bekerja secara jujur dan prestatif karena tidak berpengaruh kepada pangkat, golongan, jabatan, dan penghasilannya. Semua jabatan sangat bergantung kepada penguasa. Oleh karena itu guru secepatnya diperbaiki pole pengembangan karirnya. E-mail Pengirim: Nahdi@PENDIDIKAN.zzz.com Tanggal: 08 Nopember 2005
Nama: agus andika Dari: denpasar/ bali Saya: Siswa smuk harapan Aspirasi / Informasi: saya mohon agar diberi kemurahan dalam dunia pendidikan dari dana kompensasi bbm E-mail Pengirim: andika@bagus.com Tanggal: 10 november 2005
Nama: abdul barak Dari: Sampit/Kalimtan Tengah Saya: Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Aspirasi / Informasi: Tolong kepada pemerintah yang memberikan subsidi BBM, laksanakan sesuai apa yang menjadi tujuan utama penyaluran subsidi BBM itu, soalnya ditempat saya sampit penyalurannya tidak sesuai, banyak rakyat miskin yang tidak dapat, yang dapat malah orang-orang yang sebenarnya tidak memerlukan bantuan. tolonh tindak lanjuti hal itu. E-mail Pengirim: abdul_barak05@yahoo.com Tanggal: 11/11/2005
Nama: Abdul Barak Dari: Sampit/Kalimantan Tengah Saya: Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Aspirasi / Informasi: Saya sebagai mahasiswa sangat prihatin atas perkembangan kampus saya saat ini, jumlah mahasiswa difakultas pertanian Unlam dari tahun ketahun menurun, fasilitas yang ada kurang mendukung seperti tidak adanya fasilitas internet, ruangan belajar hanya menggunakan whiteboard, padahal pertanian merupakan salah satu aset negara dalam hal meningkatkan pembangunan yang menuju terciptanya masyarakat yang adil dan makmur, saya mohon tolong pak Menteri Pendidikan agar meningkatkan kualitas pendidikan. E-mail Pengirim: abdul_barak05@yahoo.com Tanggal: 11/11/2005
Nama: sai Dari: tarakan/kal-tim Saya: Siswa smansata Aspirasi / Informasi: pendidikan harus di tingkatkan,khususnya di kota saya.yang bisa dimulai dari bangunannya harus segera di renopasi,karena sudsh banyak bangguna sekolah yang tidak layak pakai E-mail Pengirim: Tanggal: 15-november-2005
Nama: Dari: Saya: Mahasiswi JEMBER Aspirasi / Informasi: Ilmu akan menjadikan kita lebih baik. ANGGARAN pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan. Berbagai tindak kecurangan dalam keilmuan telah terjadi,ujian nyontek,saat UAN ada sebagian pendidik yang menyarankan hal tersebut,ini sudah rahasia umum. bagaimana jadinya ilmu jika didapat dengan cara demikian ?????? Mungkin kita HARUS belajar dari Cina yang berusaha menghilangkan korupsi sampai ke akar. Di indonesia korupsi adalah hal yang biasa, korupsi uang ,waktu, NILAI.............. E-mail Pengirim: q_kho4@yahoo.com Tanggal: 15 NOVEMBER 2005
Nama: naniek Dari: yogyakarta Saya: Mahasiswi UNY Aspirasi / Informasi: saya setuju saja bahwa pendidikan mahal. tapi jangan dibebankan pada rakayt. presiden telah melanggar UU, dimana seharusnya subsidi pendidikan seharusnya sekitar 20%, tapi kenapa yang sampai hanya 9% bahkan kurang?seharusnya DPR harus mengoreksinya, jangan hanya meminta tunjangan bulanan. Tapi saya dengan cukup sinis mengucapkan selamat pada mereka.kalau begini kapan pendidikan di indonesia bisa maju? E-mail Pengirim: Tanggal: 17 November 2005
Nama: John B Dumatubun Dari: Jayapura/Papua Saya: Wartawan UPT perpustakaan Uncen Aspirasi / Informasi: Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Tanah air ini, sebaiknya kita tidak perlu terlalu meniru sistim pendidikan di negara lain sebab masyarakat kita ini sangat dinamis, dan heterogen, dengan kebudayaan yang sangat banyak, pada hal tidak bisa dipungkiri bahwa orang itu sangat lengket dengan kebudayaan dalam masa kehidupannya. Mengapa manusia malas membaca, malas cari informasi, malas belajar? Bagaimana kalau kita mulai dari akar! MenDikNas segera angkat satu DirJen yang baru, di samping DirJend yang sudah ada, yaitu Dirjend sarana dan prasarana yang membawahi Perpustakaan, Laboratorium, dan Sumber Belajar. Selama ini perpustakaan di urus oleh perpustakaan nasional yang tidak terintegrasi dengan DikNas. Coba pikirkan yang lain, yang penting perpustakaan harus terintegrasi dengan sekolah. Salam E-mail Pengirim: Tanggal: 18 Nopember 2005
Nama: stephy Dari: jakarta/srengseng sawah Saya: Mahasiswa istn Aspirasi / Informasi: Pendidikan saat ini telah menjadi barang komoditas dimana yang mempunyai uang akan mendapatkan pendidikan, apalagi dengan adanya otonomi kampus sehingga pihak pengelola kampus dapat mengatur managemennya sendiri tanpa ada kontrol dari pihak kampus. Untuk itu saya ingin UU no 20 thn 2003 ttg sisdiknas segera dicabut, karena UU ini melegalkan semua kebijkan kampus yang merugikan mahasiswa/i. E-mail Pengirim: stephy-21street@ciu.c0m Tanggal: 19 november 2005
Nama: SUPRIYANTO Dari: DESA SEKAPUK -UJUNGPANGKAH -GRESIKNO.28 RT02RW04 JAWA TIMUR CODE POS 61154 KABUPATEN GRESIK Saya: Siswa SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN GRATIS Aspirasi / Informasi: BISA NGAK ADA BEASISWA YANG DIPERUNTUKAN BAGI ANAK-ANAK YANG TIDAK MAMPU .MOHON INFORMASI ANDA SEMUA KEPADA SAYA /KAMI SEMUA .SEKARANG MEMANG SEKOLAH BAYARNYA MAHAL =SAYATUNGGU BALASANNYA E-mail Pengirim: TIDAK ADA Tanggal: SABTU BULAN NOP.2005
Nama: Ayu Anindyta Dari: Klaten-Jawa Tengah Saya: Siswi SMA Negeri 2 Klaten Aspirasi / Informasi: Biaya BBM jangan terlalu mahal karena bagi pelajar yang mempunyai aktivitas yang cukup padat harus menggunakan kendaraan untuk sarana pendidikannya.Selain itu banyak buku-buku yang harus dibeli dan banyaknya les yang harus dikuti serta biaya sehari-hari keluarga. E-mail Pengirim: anin_dyta@yahoo.co.id Tanggal: Minggu,20November2005
Nama: murjazin Dari: temanggung/ jateng Saya: Mahasiswa jogjakarta Aspirasi / Informasi: pak temanggung tembakaunya semakin buruk. sebagai anak seorang petani tembakau kami merasa atas hal itu. TOLONG DIPERHATIKAN MENGENAI HARGA TEMBAKAU YANG SEMAKIN MELOROT dan nasib para petani kecil yang semakin miskin karena imbas dari BBM E-mail Pengirim: koyok_tem@yahoo.co.id Tanggal: 20 nopember 2005
Nama: Bagus Bintang Sukarno, S.Pd. Dari: Prabumulih / Sumatera Selatan Saya: Guru SMA Negeri 3 PRabumulih Aspirasi / Informasi: Tolong masalah buku untuk anak didik diberikan solusi yang terbaik, apa dari pemerintah memberikan buku pelajaran gratis !! Tolong diberi solusi!!! Terima kasih E-mail Pengirim: bagus03101980@yahoo.co.id Tanggal: 21-11-2005
Nama: yuliyoe Dari: depok Saya: Mahasiswi Univ.Indonesia Aspirasi / Informasi: pendidikan di indonesia masih terasa sangat mahal, apalagi buat kalangan menengah ke bawah. arapan saya, saya bisa menjadi anak bangsa yang bisa membawa perubahan dan saya berada di barisan itu membawa sebuah perubahan berarti buat negeri ini. pengennya, pendidikan di indonesia gratis ajah. bisa ga, Pak SBY!? kasian anak2 SD udah banyak yang putus sekolah.. mau jadi apa negara ini, kalau anak SD ajah udah bertebaran di jalanjalan mengais uang untuk makan. di mana orang tua mereka tidak ada untuk mereka, sungguh ironis sekali keadaan negara kita ini. Tuhan!!! tolong keluarkan kami dari keadaan yang sangat pahit ini. amin. (semoga allah mengabulkan doa kita semua) E-mail Pengirim: yulie_saja_koq@yahoo.com Tanggal: 21 Nov 2005
Nama: SUJARNO Dari: BOJONEGORO - JAWA TIMUR Saya: Guru SMKM 2 SUMBERREJO Aspirasi / Informasi: Kepada yth. Bpk Menteri Pendidikan Nasional, kami mohon untuk diberikan sarana prasarana berupa buku paket, komputer untuk sekolah kami SMK Muhammadiyah 2 sumberrejo-bojonegoro jawa timur E-mail Pengirim: Tanggal: 22 NOPEMBER 2005
Nama: Sri Dari: Jombang Saya: Masyarakat Jombang Aspirasi / Informasi: Membaca tentang Peraturan Kepala BKN no 21 tahun 2005 tentang pengolahan tenaga honorer tahun 2005 disana disebutkan bahwa Tenaga Honorer adalah seseorang yang diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau pejabat lain dalam pemerintahan untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu pada instansi pemerintah atau yang penghasilannya menjadi beban APBN/APBD. Terus bagaimana dengan nasib guru honorer yang tidak dibiayai oleh kedua sumber tsb. misalkan bagi guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun pada sekolah yang bernaung pada yayasan swasta. Dilihat dari pengabdian mereka juga ikut andil dalam tujuan mencerdaskan aset bangsa. Alangkah bijaksananya jika status mereka disamakan dengan tenaga honorer yang didanai oleh pemerintah. Dan pada test CPNS nanti status mereka tidak dianak tirikan. Mohon pemerintah mempertimbangkan masalah ini. Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan. Terima kasih E-mail Pengirim: enk_12@plasa.com Tanggal: 24 nopember 2005
Nama: Sandra Aji Dari: Sukabumi jawa barat Saya: Masyarakat Sukabumi Aspirasi / Informasi: Pak SBY begitu besar Dana yg dikeluarkan untuk kompensasi BBM untuk rakyat miskin, namun menurut saya tidak tepat karena tidak akan merubah keadaan, Usul saya Dana itu lebih baik untuk TPA, taman Bacaan rakyat, buku buku anak di daerah terpencil, bantuan guru sukarela di desa karena saya yakin jika otaknya di isi akan mampu lebih menghasilkan kelak dari apa yang diberikan sekarang. E-mail Pengirim: aji@sundaya.com Tanggal: 24/11/05
Nama: Alauddin, S.Pd., M.AP Dari: Kab. Gorontalo / Gorontalo Saya: Guru SMA N 1 Limboto Aspirasi / Informasi: Kami yang berprofesi guru sebagai pelaku pendidikan, sangat mengetahui persis permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ada dua hal yang pokok yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah saat ini adalah yaitu 1) sistem pendidikan, 2) Pelaku Pendidikan. Masalah pertama tidak terlalu ugen untuk dibicarakan lagi, karena UU sistem pendidikan sudah berjalan, dengan kata lain sistem pendidikan yang selama ini selalu diperhatikan oleh pemerintah dengan berbagai kebijakan yang arahnya perbaikan sistem. Namun dibalik daripada itu yang perlu diperhatikan juga adalah Pelaku Pendidikan yaitu; Siswa dan Guru. Masalah siswa saat ini sudah mulai lebih maju sistem belajarnya dengan diterapkannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi).
Kemudian pemerintah sudah mulai banyak memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu ekonominya melalui Bantuan khusus Murid dan lain-lain. Tapi ada satu yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah yaitu "Kinerja dan Kesejahteraan Guru". Guru sebagai pelaku pendidikan tugasnya bukan cuma mengajar dikelas pada jam kerja Normal seorang PNS. Selain mengajar guru lebih banyak waktunya diluar jam mengajar pada sistem KBK sekarang yaitu, Membuat soal, memeriksa soal dirumah, membimbing anak yang nilai rendah dengan program remedial sampai tiga kali, membina anak yang nakal, membuat administrasi KBM yang volume kerjanya lebih besar dari seorang tenaga administrasi biasa di Kantor. dan berbagai macam lainnya pekerjaan yang harus dituntaskan seorang guru profesional, semua dikerjakan dengan ketulusan. tetapi disisi lain guru juga seorang manusia dan masyarakat yang memiliki tanggung jawab keluarga memiliki anak yang perlu juga diberikan kesejahteraan. Disatu Pihak para PNS non guru memiliki, disekitar kita memiliki fasilitas dan kesejahteraan yang baik.
Untuk itu solusi yang baik adalah perhatikan para pelaku pendidikan khusunya tenaga guru dengan memberikan kesejahteraan yang layak, sehingga guru dapat mempertahan pekerjaannya yang selama ini selalu over load. Selama ini sistem selalu dirubah-rubah tidak pernah dibarengi dengan perhatian pada pelaku pendidikan. Idealnya gaji seorang Guru di Indonesia minimal Tiga Juta rupaih baru boleh eksis dimasyarakat. Semoga. E-mail Pengirim: Alaunding@yahoo.com Tanggal: 25 Nopember 2005
Nama: KOKO Dari: SURABAYA Saya: Mahasiswa UNESA Aspirasi / Informasi: BAPAK MENTERI PENDIDIKAN INDONESIA TERCINTA, SAYA TIDAK MAU MEMBERI KRITIKAN APAPUN MENGENAI PENDIDIKAN DI INDONESIA SEKARANG INI. HANYA SAJA, SEBAGAI BAGIAN DARI "KAUM AKADEMIS", SAYA BERHARAP KUALITAS PENDIDIKAN BAIK DI TINGKAT DASAR, MENENGAH, ATAS, MAUPUN PERGURUAN TINGGI DAPAT MENJADI LEBIH BAIK SEIRING DENGAN MEMBAIKNYA KONDISI NEGARA KITA. ITU HARAPAN SAYA. MENGENAI SISTEM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI YANG DITERAPKAN DI INDONESIA SEKARANG INI, APAKAH MEMANG SUDAH LAYAK UNTUK DITERAPKAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA? MENGINGAT KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA-BAIK PELAJAR MAUPUN PENGAJAR, SERTA SARANA DAN PRASARANA YANG TERSEDIA DI MASING - MASING DAERAH ITU BERBEDA? SEMOGA HAL INI MENJADI PERTIMBANGAN BAPAK. TERIMA KASIH. E-mail Pengirim: koko_Unesa@plasa.com Tanggal: 26 NOVEMBER 2005
Nama: Ely Umi Nurhayati Dari: Salatiga Saya: Guru smp alternatif candi laras Aspirasi / Informasi: Mohon dong pak SBY sekolah seperti ditempat kami (smp alternatif/smp terbuka) jg diperhatikan, terutama dalam hal dana serta sarana dan prasarana yg dapat menunjang perkembangan sekolah kami. Thanks E-mail Pengirim: elyuminurhayati@yahoo.com Tanggal: 26-11-2005
Nama: Rama Dari: Jatinangor/Jawa Barat Saya: Mahasiswa Unpad Aspirasi / Informasi: Sahabat sy yg di fikom dah bayar uang masuk kurang lebih 7 juta tapi yang didapatkan dikampus tidak sebanding. Contohnya fasilitas praktikum komputer, kkl yang seharusnya lebih banyak membahas hal yang berkaitan dengan mata kuliah tapi faktanya cuma sebentar dan lebih lama jalan2nya didufan, dosen yg banyak mangkir, dalam pengajaran lebih banyak teorinya daripada prakteknya, dan masih banyak lagi keluhan yang diakibatkan moral bejat dekanat dan rektorat. E-mail Pengirim: bpmd3fasa@unpad.com Tanggal: 2 Desember 2005
Nama: bimo kontaning rusjianto Dari: kota TEGAL Saya: Mahasiswa UNNES Aspirasi / Informasi: baik lah kalo SDM perlu di tingkatkan tidak seperty para koruptor di atas sana itu memamng ujian hidup dalam profesi E-mail Pengirim: bimo_bledhoz@yahoo.com Tanggal: 03-12-2005
Nama: selvi octavera Dari: Bandung Saya: Mahasiswi Universitas Pendidikan INdonesia Aspirasi / Informasi: Pendidikan...pendidikan..pendidikan...!?? hal ini selalu diumbar dimana-mana dan oleh setiap yang menjadi calon presiden sekalipun. tapi penyelesaian tak pernah terlihat hal yang klise!? atau memang sudah tidak bisa lagi di perbaiki!? Kita selalu melihat ke negeri yang sudah maju seperti Jepang...tapi tanpa melihat kemampuan negara sendiri yang tengah terpuruk oleh kenaikan BBM. Lagi..lagi..dan lagi.. mencekik rakyat sendiri. Bukankah sekolah itu wajib!? bagaimana masyarakat kecil bisa mendapatkan pendidikan sementara harga pendidikan itu sendiri MAHAL. kalaupun mereka di perbolehkan sekolah tanpa membayar, apa perlakuan sekolah terhadap mereka!? mereka diperlakukan seolah-olah ank tiri. memang menyedihkan. Lalu apakah orang-orang yang berpendidikan tinggi dan menduduki kursi DPR hanya untuk berkorupsi!? apakah itu hasil dari pendidikan Indonesia!? saya harap tidak...meskipun hanya harapan... E-mail Pengirim: orange_ppy@yahoo.com Tanggal: Senin 5.januari.2005
Nama: Muhammad Yuli Andri Dari: Medan/Sumatera Utara Saya: Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Aspirasi / Informasi: Assalamu'alaikum Wr..Wb
Kepada Bapak SBY dan para menteri, tolonglah kesejahteraan seorang guru diperhatikan menjadi prioritas utama, karena saya sebagai mahasiswa sangat merasakan bagaimana jasa seorang guru kepada kami, saya mohon undang-undang guru harus lebih memperhatikan seorang guru, kenapa mereka kita lupakan, karena mereka lah kita bisa seperti sekarang, bagaimana mana pendidikan di negara kita maju kalau sarana dan prasarana tidak kita perhatikan, terima kasih atas perhatin bapak presiden wassalam E-mail Pengirim: andri_mhd@plasa.com Tanggal: 07 Desember 2005 Nama: ZAINAL ARIFIN Dari: MAGETAN, JAWA TIMUR Saya: Guru SMAN BARAT Aspirasi / Informasi: Saya sangat menginginkan rekrutmen guru yang berkualitas, serta pemerintah memberikan beasiswa bagi calon guru/mahasiswa berprestasi untuk memacu peningkatan kualitas pendidikan. Saya berharap pemerintah bersedia kembali membuat proyek pendidikan calon Guru SLTP-SLTA dengan kualitas yang tinggi secara gratis, seperti Program tahun 1985-1991 di 6 PTN ternama di Indonesia E-mail Pengirim: ALFINCHNICK@yahoo.com Tanggal: 8 DESEMBER 2005
Nama: ade furyanto Dari: Purwokerto,Jawa Tengah Saya: Siswa SMK Aspirasi / Informasi: Di dunia ini memang serba susah bagi yang tidak mampu. Orang Yang sudah kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin. Itu seharusnya dipikirkan teruitama bagi pemerintah. Mencari ilmu saja sekarang mahal sedangkan itu sebuah keharusan bagi kami. Yang mau kenalan e-mail saja ke alamatku. E-mail Pengirim: ade_f@telkom.net Tanggal: 07 Desember 2005
Nama: Forum Komunikasi Guru Kontrak Aceh Dari: Banda Aceh/ NAD Saya: Guru Banda Aceh Aspirasi / Informasi: Forum Komunikasi Guru Kontrak Aceh akan menerbitkan sebuah tabloit Berita Pendidikan "Lentera", jika teman-teman ingin menyumbangkan tulisanya dapat mengirimkannya melalui E-mail kami, agar tabloit dapat dikirimkan ke alamat mohon sertakan alamat anda/ sekolah anda yang jelas Terima kasih. Pemimpin Redaksi Mahdi, S.Pd E-mail Pengirim: fkgk_aceh@yahoo.com Tanggal: 08/12/2005
Nama: Purwanto Dari: Cimahi/Jawa Barat Saya: Siswa SMPN 1 Cimahi Aspirasi / Informasi: Untuk seluruh kalangan masyarakat, khususnya Bpk.Presiden & Bpk.Menteri Pendidikan. Kami selaku siswa, mohon dengan sangat, agar sekolah di Indonesia Gratis. Saya mendapat laporan bahwa di Jerman sekolah gratis. albert einstein, berasal dari Jerman. Beliau merupakan orang terpandai di dunia. Dengan adanya sekolah gratis diharapkan dapat tumbuh generasi seperti Einstein dari Indonesia. Agar indonesia semakin maju. Atau kami berharap adanya lomba karya tulis ilmiah Nasional, ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi ilmiah dari Indonesia. Karena, saya sendiri masih malu menyampaikan aspirasi secara lisan. Terima Kasih E-mail Pengirim: scientist_germany@yahoo.com.au Tanggal: Des,8-05
Nama: dewi sumarni Dari: praya,ntb Saya: Mahasiswi stain mataram Aspirasi / Informasi: pak menteri tolong supaya pendidikan gratis E-mail Pengirim: Tanggal: 8-12-2 005
Nama: Rusdiansyah Dari: Banjarmasin Saya: Guru SMA PGRI 6 Banjarmasin Aspirasi / Informasi: Mohon Bapak SBY agar dalam pengangkatan CPNS diutamakan guru bantu yang sudah nyata lulus tes secara nasional dan tidak diragukan lagi pengalamannya karena banyak yang sudah mengajar diatas 5 tahun, terima kasih E-mail Pengirim: Tanggal: 12 Desember 2005
Nama: UJANG KOMARUDIN (Aa) Dari: JOMBANG JATIM Saya: Mahasiswa IKAHA Aspirasi / Informasi: ketika menyikapi sistem pendidikan yang ada terjadi saat ini saya sangat kecewa karena para asatid hanya menggunakan sistem pasif artinya sanga guru hanya mengandalkan sistem ceramahannya dengan tanpa mengaktivkan muridnya sehingga sanga murid hanya menjadi pendengar seti. maka yang terjadi para lulusan membawa kebiasaan 4D duduk dengar diam duit to. thank's E-mail Pengirim: aa_boy01@yahoo.com Tanggal: 12 DESEMBER 2005
Nama: wahyuningsih Dari: ternate/maluku utara Saya: Mahasiswi makassar Aspirasi / Informasi:
saya punya sedikit info universitas diternate masih banyak butuh, kebutuhan kampus contahnya, seperti mata kuliah yang butuh tempat praktek (laboratrium).
mereka paham akan cuman toeri tetapi mereka juga butuh praktek. makanya banyak sarjanah yang kurang berkualitas, karena kurangnya ilmu yang ia dapat langsung dari lapangan. sehingga kurang berpengalaman dalam bekerja. E-mail Pengirim: uny@yahoo.com Tanggal: selasa 13
Nama: Rahmi Nuraini Dari: Semarang_Jateng Saya: Mahasiswi Undip Aspirasi / Informasi: Kualitas pendidikan Indonesia semakin menurun. Sedikit dari kalangan mahasiswa yang merasa wajib dalam meningkatkan kualitas SDM. Kebanyakan masih sibuk dengan berbagai trend yang ada. Kemudian sampai kapan bangsa ini akan terpuruk? Semoga sebagian dari kita akan memahami pentingnya pendidikan di era globalisasi ini. E-mail Pengirim: cuties_cokky@yahoo.com Tanggal: 13 Desember 2005
Nama: Ratna Dari: Jombang / Jawa Timur Saya: Masyarakat Jombang Aspirasi / Informasi: Dalam kurun waktu tiga tahun pemerintah akan melakukan pengangkatan guru bantu menjadi PNS tanpa tes (hanya tes administrasi saja). Hal ini merupakan angin segar bagi guru bantu di Indonesia. Yang kami pertanyakan mengapa hanya guru bantu yang digaji oleh APBN/APBD saja yang jadi prioritas, sedangkan guru honorer yang mengabdi pada sekolah swasta/guru yayasan nasibnya masih dipertanyakan.
Dari segi kualitas mereka juga tidak kalah dengan kualitas guru bantu apalagi lama pengabdian mereka ada yang lebih dari 10 tahun. Mohon perhatian dari pemerintah agar tidak terkesan deskriminatif. Kalau toh mereka harus melalui serangkaian tes/ujian alangkah bijaksananya apabila materi ujian dipermudah mengingat dari segi teori mereka akan kalah dengan sarjana yang baru lulus. E-mail Pengirim: enk_12@plasa.com Tanggal: 14 DESEMBER 2005
Nama: Wasdiyono Spd Dari: Gunung Kidul , DIY Saya: Masyarakat Gunung Kidul Aspirasi / Informasi: Mohon bila berkenan melalui rubrik ini ada informasi untuk lowongan buat Guru E-mail Pengirim: My_wasdiyono@yahoo.com
Maaf Pak, ini bukan tempatnya
Mencoba website kami di: "Indo-Jobs.Com" dan "PojokGuru.Com"
Salam Hormat dan Selamat Berjuang! Phillip R. (Webmaster)
Tanggal: 14 12 2005
Nama: Isnan Hartanto '42 Dari: Bogor Saya: Mahasiswa IPB Aspirasi / Informasi: Assalamualaikum.WrWb. Sangat menyedihkan sekali negara kita saat ini sedang mengalami krisis di berbagai bidang termasuk juga bidang pendidikan yang konon katanya dulu negara kita ini merupakan negara yang sangat beradab dan menjunjung tinggi norma serta maju dalam bidang pendidikan. Namun satu hal yang perlu kita catat bahwa sistem pendidikan kita sangat tidak cocok untuk negara yang sedang berkembang dan belum mengalami kestabilan di berbagai bidang.
Seperti yang kita ketahui juga bahwa tujuan pemerintah membuat kurikulum yang setiap saat selalu berubah tanpa adanya suatu acuan yang pasti adalah untuk mencerdaskan anak bangsa.Setiap pelajar diharuskan memahami semua pelajaran yang ada di sekolah yang belum tentu mereka menyukai pelajaran tersebut. Padahal di luar negeri setiap pelajar diperbolehkan memilih pelajaran yang mereka senangi. Untuk itu semestinya pemerhati pendidikan melihat fenomena ini sehingga dapat diciptakan suatu kurikulum yang benar-benar dapat mencerdaskan bangsa ini tanpa harus memaksakan kurikulum yang tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. E-mail Pengirim: Isnan_pandawa@yahoo.co.id
Bukan "Sistem" Tanggal: 16 Desember 2005
Nama: ROBBI SOFWAN AMIN Dari: PURWOKERTO// JAWA TENGAH Saya: Wartawan BANYUMAS JAWA TENGAH Aspirasi / Informasi: IDONESIA MERUPAKAN NEGARA KEPULAUAN YANG KONDISI SOSIAL, BUDAYA, ALAM ANTARA DAERAH SATU DENGAN YANG LAIN BERBEDA-BEDA// SETIAP DAERAH MEMPUNYAI KARAKTER DAN BUDAYA MASING MASING// TIDAK BISA DISAMARATAKAN ATARA YANG SATU DENGAN YANG LAIN// PENDIDIKAN DI INDONESIA HARUS LEBIH BERBASIS KEPADA POTENSI LOKAL YANG ADA SEHINGGA SISWA MENGETAHUI BODAYA LOKAL, ALAM LOKAL LOKAL-LOKAL LAIN YANG DIMILIKI// INI YANG SEHARUSNNYA ADA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KITA SEHINGGA INI AKAN MEMUPUK SISWA UNTUK LEBIH MENGERTI DAN MEMAHAMI TENTANG KEARIFAN LOKAL// DAMPAKNNYA ADALAH ANAK AKAN MENCINTAI DAERAHNNYA// SEHINGGA PEMBANGUNAN INDONESIA KEDEPAN LEBIH BERWAWASAN PADA KEARIFAN LOKAL// E-mail Pengirim: robbi_lativi@yahoo.co.id Tanggal: 16 DESEMBER 2005
Mengunjungi:
[ Ke Halaman 30 - Klik Di Sini ]
|